MAKALAH
KIMIA ORGANIK I
Senyawa-Senyawa Penting
Turunan Asam Karboksilat
Di susun
Oleh:
RAHMAWATI
(1513040027)
JURUSAN KIMIA FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR
TAHUN AJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk sederhana.
Atas
bantuan dan bimbingan dari semua pihak maka makalah ini dapat diselesaikan,
oleh karena itu penulis patut menyampaikan terima kasih kepada:
1.
Dr. Netti Herawati,
M.Si. Selaku pembimbing mata kuliah Kimia Organik
I yang telah memberikan kami kepercayaan untuk
menyusun makalah ini.
2.
Orang tua yang banyak
memberikan motivasi dan bantuan baik moril mau pun materi sehingga kami dapat
menyusun makalah ini.
3.
Teman-teman Foton yang
tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam menyelesaikan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan dan terdapat berbagai kekurangan di dalamnya.
Olehnya itu penulis memohon maaf atas kekurangan tersebut dan pembaca
memberikan masukan berupa saran dan kritik yang bersifat membangun demi
kesempurnaan makalah ini.
Makassar, Mei 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Kata
Pengantar ------------------------------------------------------------------ i
Daftar
Isi ii
BAB I Pendahuluan 1
A. Latar
Belakang 1
B. Rumusan
Masalah 3
C. Tujuan ---------------------------------------------------------------------- 3
D. Manfaat 3
BAB II Pembahasan ----------------------------------------------------------- 4
A. Penjelasan
Asam Karboksilat --------------------------------------------- 4
B. Sifat-Sifat
Asam Karboksilat 7
C. Sintesis
Asam Karboksilat 10
D. Manfaat
Asam Karboksilat 17
BAB III Penutup 18
A. Kesimpulan 18
B. Saran ---------------------------------------------------------------------- 19
Daftar Pustaka ------------------------------------------------------------------ 20
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Karbon dapat membentuk senyawa lebih banyak di bandingkan unsur
lain sebab atom karbon tidak hanya membentuk ikatan karbon-karbon tunggal,
rangkap dua dan rangkap tiga, tetapi juga bisa terkit satu sama lain membentuk
struktur rantai dan cicin. Cabang ilmu kimia yang mempelajari senyawa karbon
adalah kimia organik (Chang, 2004 : 332).
Senyawa-senyawa karbon, baik yang berasal dari makhluk hidup atau
yang dibuat secara sintetik, memegang peranan penting dalam hidup kita.
Senyawa-senyawa yang mengandung atom karbon (kecuali karbon monoksida, karbon
dioksida, karbon disulfida, karbonat, dan beberapa turunannya) di sebut senyawa
organik. Sebutan kimia organik di berikan oleh orang-orang pada waktu itu
menyangka bahwa hanya makhluk-makhluk hidup sajalah yang dapat membentuk
senyawa-senyawa karbon (Sumardjo, 2006 : 29).
Penggolongan senyawa organik dapat dibedakan menurut gugus fungsi
yang dikandungnya. Gugus fungsi adalah sekelompok atom yang menyebabkan
perilaku kimia molekul induk. Molekul berbeda yang mengandung gugus (atau
gugus-gugus) fungsi yang sama mengalami reaksi yang serupa. Jadi, dengan
mempelajari sifat-sifat khas dari beberapa gugus fungsi, kita dapat belajar dan
memahami sifat-sifat dari banyak senyawa organik (Chang, 2004 : 332).
Gugus fungsi cenderung menjadi tapak reaktif dalam molekul
organik, dan sifat kimianya kurang bergantung pada sifat hidrokarbon yang
dilekatinya. Kenyataan ini menyebabkan kita memandang molekul organik sebagai
kerangka hidrokarbon, yang terutama mengendalikan ukuran dan bentuk, dengan
gugus fungsi yang melekat pada kerangka tersebut adalah yang paling menentukan
sifat kimia molekulnya (Oxtoby, 2003 : 121).
Salah satu gugus fungsi adalah asam karboksilat. Asam karboksilat
mempunyai gugus fungsi –COOH, yang merupakan produk oksidasi aldehida, sama
seperti aldehida yang yang merupakan produk oksidasi alkohol primer. (Perubahan
anggur menjadi cuka ialah oksidasi dua langkah yang dimulai dari etanol berubah
menjadi asetaldehida kemudian menjadi asam asetat). Dalam indutri, asam asetat
dapat diproduksi melalui oksidasi udara dari asetaldehida dengan katalis mangan
asetat pada suhu 55 sampai 80oC:
Reaksi yang di sukai sekarang untuk
produksi asam asetat, karena alasan ekonomi, ialah kombinasi dari metanol
dengan karbon monoksida (keduanya diturunkan dari gas alam) dengan katalis yang
mengandung rodium dan iodin (Oxtoby, 2003 : 126-127).
Asam karboksilat atau asam alkanoat adalah senyawa karbon turunan
alkana yang mengandung gugus fungsi karboksil –COOH yang terikat kesuatu gugus
alkil R. Gugus –COOH bersifat kompleks karena terdiri dari gugus hidroksil –OH
seperti halnya alkohol dan gugus karbonil –CO- seperti halnya aldehid dan
keton. Asam karboksilat bisa mengandung lebih dari satu gugus –COOH, yaitu asam
alkanadiot, yang mengandung dua gugus –COOH, asam alkanatrioat yang mengandung 3 gugus –COOH, dan
seterusnya.
Asam asetat ialah anggota deret asam karboksilat dengan rumus
H-(CH2)n-COOH. Sebelum asam asetat (dengan n = 1) ada
senyawa yang paling sederhana dari asam karboksilat ini, yaitu asam format
(HCOOH), dengan n= 0. Senyawa ini pertama kali di isolasi dari ekstrak semut
yang dihancurkan, dan namanya berasal dari bahasa latin, formika, yang berarti “semut”. Asam format adalah asam paling kuat
dalam deret ini, dan kekuatan asam menurun dengan meningkatnya panjang rantai
hidrokarbon. Rantai asam karboksilat yang lebih panjang disebut asam lemak.
Natrium stearat, yaitu garam nantrium dari asam stearat, CH3(CH2)16COOH,
merupakan komponen khas pada sabun. Senyawa membersihkan kotoran secara
simultan dengan bereaksi dengan partikel lemak pada ekor hidrokarbonnya dan
dengan air pada gugus ujung ion karboksilatnya. Ini membuat lemak larut dalam
air (Oxtoby, 2003 : 127).
Berdasarkan dari penjelasan materi di atas maka pembahsan mengenai
senyawa organik yang dimana terkhusus pada senyawa asam karboksilat, akan
membahas dan memperjelas materi mengenai asam karboksilat itu sendiri.
Pembahasan mengenai asam karboksilat ini akan di bahas mulai dari sumber,
sintesis, sifat-sifat dan manfaat dari senyawa asam karboksilat itu sendiri.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah:
1.
Apa pengertian dan
penjelasan senyawa asam karboksilat ?
2.
Bagaimana sifat-sifat
dari asam karboksilat ?
3.
Bagaimana
cara mensintesis senyawa asam karboksilat ?
4.
Apa saja manfaat dari asam karboksilat ?
C. Tujuan
Adapun
tujuan yaitu:
1.
Menjelaskan pengertian
dan penjelasan mengenai Asam Karboksilat.
2.
Menjelaskan bagaimana sifat-sifat
dari asam karboksilat.
3.
Menjelaskan bagaimana
mensintesis asam karboksilat.
4.
Mengetahui apa saja manfaat dari asam karboksilat.
D.
Manfaat
Adapun
manfaat yaitu sebagai sumber literatur dari senayawa organik asam karboksilat
dan turunannya.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Penjelasan
Asam Karboksilat
Karbon dapat membentuk senyawa lebih banyak di bandingkan unsur
lain sebab atom karbon tidak hanya membentuk ikatan karbon-karbon tunggal,
rangkap dua dan rangkap tiga, tetapi juga bisa terkit satu sama lain membentuk
struktur rantai dan cicin. Cabang ilmu kimia yang mempelajari senyawa karbon
adalah kimia organik.
Penggolongan senyawa organik dapat dibedakan menurut gugus fungsi
yang dikandungnya. Gugus fungsi adalah sekelompok atom yang menyebabkan
perilaku kimia molekul induk. Molekul berbeda yang mengandung gugus (atau
gugus-gugus) fungsi yang sama mengalami reaksi yang serupa. Jadi, dengan
mempelajari sifat-sifat khas dari beberapa gugus fungsi, kita dapat belajar dan
memahami sifat-sifat dari banyak senyawa organik.
Salah satu gugus fungsi adalah asam karboksilat. Asam karboksilat
mempunyai gugus fungsi –COOH, yang merupakan produk oksidasi aldehida, sama
seperti aldehida yang yang merupakan produk oksidasi alkohol primer. (Perubahan
anggur menjadi cuka ialah oksidasi dua langkah yang dimulai dari etanol berubah
menjadi asetaldehida kemudian menjadi asam asetat).
Asam karboksilat atau asam alkanoat adalah senyawa karbon turunan
alkana yang mengandung gugus fungsi karboksil –COOH yang terikat kesuatu gugus
alkil R. Gugus –COOH bersifat kompleks karena terdiri dari gugus hidroksil –OH
seperti halnya alkohol dan gugus karbonil –CO- seperti halnya aldehid dan
keton. Asam karboksilat bisa mengandung lebih dari satu gugus –COOH, yaitu asam
alkanadiot, yang mengandung dua gugus –COOH, asam alkanatrioat yang mengandung 3 gugus –COOH, dan
seterusnya.
Asam
karboksilat adalah salah satu dari kelas senyawa organik di mana atom karbon
(C) terikat dengan atom oksigen (O) oleh ikatan ganda dan gugus hidroksil (OH)
oleh ikatan tunggal. Ikatan keempat menghubungkan atom karbon ke atom hidrogen
(H) atau beberapa gugus univalen bergabung dengan lainnya. Gugus karboksil
(COOH) dinamakan demikian karena gabungan dari gugus karbonil (C = O) dan gugus
hidroksil. Karakteristik kimia utama dari asam karboksilat adalah keasaman
mereka. Mereka umumnya lebih asam dari senyawa organik yang mengandung gugus
hidroksil tetapi umumnya lebih lemah dari asam mineral yang akrab kita kenal
(misalnya, asam klorida, HCl, asam sulfat, H2SO4, dll).
Asam
karboksilat terjadi secara luas di alam. Asam lemak merupakan komponen dari
gliserida, yang pada gilirannya merupakan komponen lemak. Asam hidroksil,
seperti asam laktat (yang ditemukan dalam produk susu asam) dan asam sitrat
(ditemukan dalam buah jeruk), dan banyak asam keto adalah produk metabolik
penting yang ada di sebagian besar sel-sel hidup. Protein terdiri dari asam
amino, yang juga mengandung gugus karboksil.
Senyawa
dimana -OH dari gugus karboksil digantikan oleh gugus tertentu lainnya disebut
turunan asam karboksilat, yang paling penting adalah asil halida, anhidrida
asam, ester, dan amida. Asam karboksilat mengandung gugus karbonil dan gugus
hidroksil. Walaupun gugus karboksilat merupakan gabungan gugus karbonil dan
gugus hidroksil, tetapi sifat-sifat gugus tersebut tidak muncul dalam asam
karboksilat karena menjadi satu kesatuan dengan ciri tersendiri. Ester adalah
turunan dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil oleh gugus
alkoksi dari alkohol. Asam karboksilat memiliki gugus fungsional karboksil
(–COOH) dengan rumus umum:
Beberapa contoh asam karboksilat adalah
sebagai berikut :
Tata-tata
nama asam karboksilat, asam asetat merupakan senyawa pertama yang ditemukan
dari golongan asam karboksilat. Oleh sebab itu, penataan nama asam karboksilat
umumnya diambil dari bahasa Latin berdasarkan nama sumbernya di alam. Asam
format (formica, artinya semut) diperoleh melalui distilasi semut, asam asetat
(acetum, artinya cuka) dari hasil distilasi cuka, asam butirat (butyrum,
kelapa) ditemukan dalam santan kelapa, dan asam kaproat (caper, domba)
diperoleh dari lemak domba.
Menurut
sistem IUPAC, penataan nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana, di
mana akhiran -a diganti -oat dan ditambah kata asam sehingga asam karboksilat
digolongkan sebagai alkanoat. Beberapa nama asam karboksilat ditunjukkan pada
Tabel 1.1
Tabel 1.1 Penataan Nama
Asam Karboksilat Menurut Trivial dan IUPAC
|
Rumus
|
Nama Trivial
|
Nama IUPAC
|
|
H-COOH
|
Asam Format
|
Asam metanoat
|
|
CH3-COOH
|
Asam Asetat
|
Asam etanoat
|
|
CH3-CH2-COOH
|
Asam Popionat
|
Asam propanoat
|
|
CH3-(CH2)2-COOH
|
Asam Butirat
|
Asam butanoat
|
|
CH3-(CH2)3-COOH
|
Asam Varelat
|
Asam pentanoat
|
|
CH3-(CH2)4-COOH
|
Asam Kaproat
|
Asam heksanoat
|
|
CH3-(CH2)5-COOH
|
Asam Enantat
|
Asam heptanoat
|
|
CH3-(CH2)6-COOH
|
Asam Kaprilat
|
Asam oktanoat
|
|
CH3-(CH2)7-COOH
|
Asam Pelargonat
|
Asam nonanoat
|
|
CH3-(CH2)8-COOH
|
Asam Kaprat
|
Asam dekanoat
|
Pemberian nomor atom karbon pada asam
karboksilat menurut sistem IUPAC dimulai dari atom karbon gugus karbonil dengan
angka 1,2,3, dan seterusnya. Adapun trivial menggunakan huruf unani, seperti α,
β, γ dan dimulai dari atom karbon nomor 2 dari sistem IUPAC. Contoh penataan
nama asam karboksilat:
Untuk
gugus karboksil yang terikat langsung pada gugus siklik, penataan nama dimulai
dari nama senyawa siklik diakhiri dengan nama karboksilat, seperti ditunjukkan
berikut ini.
Beberapa asam trikarboksilat juga dikenal
dan berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. Contoh senyawa kelompok ini
adalah asam sitrat. Rumus strukturnya seperti berikut.
B. Sifat-Sifat Asam
Karboksilat
Pada pembahasan kali ini akan di bahas dua sifat dasar dari asam
karboksilat, yaitu sifat fisik dan sifat kimianya.
1.
Sifat Fisik
Asam Karboksilat
a) Pada umumnya titik didih asam karboksilat relatif tinggi
Titik didih asam karboksilat relatif tinggi dibandingkan alkohol,
aldehid, dan keton dengan massa molekul relatif yang hampir sama. Hal ini
terjadi karena adanya ikatan hidrogen antar molekul.
b) Molekul asam karboksilat bersifat sangat polar
c) Asam karboksilat, empat anggota pertama mudah larut dalam air.
Kelarutan asam karboksilat makin menurun seiring dengan kenaikan jumlah atom
karbon. Adanya rantai bercabang menyebabkan kelarutan makin menurun.
d) Asam karboksilat dengan jumlah atom karbon rendah mempunyai bau
asam, sedangkan jumlah atom karbon empat hingga delapan berupa cairan tidak
berwarna yang mempunyai bau yang sangat tidak enak.
2.
Sifat Kimia
Asam Karboksilat
a) Reaksi dengan basa
Asam karboksilat bereaksi dengan basa menghasilkan garam dengan
air.
Contoh:
b)
Reduksi
Reduksi asam
karboksilat dengan litium alumunium hidrida menghasilkan alkohol primer.
Contoh:
c) Reaksi Dengan Tianol Diklorida
Asam karboksilat bereaksi dengan tianol diklorida membentuk
klorida asam, hidrogen klorida dan gas belerang dioksida.
Contoh:
d) Esterifikasi
Dengan alkohol, asam karboksilat membentuk ester. Reaksi yang
terjadi merupakan reaksi kesetimbangan.
Contoh:
e) Reaksi dengan amonia
Dengan amonia, asam karboksilat membentuk amida dan air.
Contoh:
f) Dekarboksilasi
Pada suhu tinggi, asam karboksilat terdekarboksilasi membentuk
alkana.
Contoh:
g) Halogenasi
Asam karboksilat dapat bereaksi dengan halogen dengan katalis
phosfor membentuk asam trihalida karboksilat dan hidrogen halida.
Contoh:
C. Sintesis
Asam Karboksilat
Asam karboksilat mengandung gugus karboksil: –COOH
merupakan asam lemah, tetapi
merupakan asam yang lebih kuat dibanding alkohol atau fenol, karena adanya
stabilisasi-resonansi anion karboksilat.
1. Asil
halida
Asil
halida dapat dibuat dari reaksi asam karboksilat dengan tionil klorida (SOCl2),
Fosfor triklorida (PCl3), oksalil klorida, sebagai contoh:
reaksi ini terjadi melalui
substitusi alil nukleofilik, dimana asam karboksilat di ubah menjadi suatu
turunan yang reaktif, yang mana kemudian di serang.
Kemudian
2. Anhidrida
asam
Anhidrida
simetris dari asam monokarboksilat rantai lurus dan anhidrida siklik dari asam
dikarboksilat diberi nama dengan mengganti kata asam dengan hidrida.
Metode yang paling umum untuk
membuat anhidrida asam adalah melalui aksi substitusi nukleofilik asil antara
suatu asil halida dan garam karboksilat. Baik anhidrida simetris dan tak
simetris dapat dibuat dengan cara ini dengan rendemen yang tinggi.
Reaksi Anhidrida
Asam:
a) Hidrolisis
Hidrolisis anhidrida asam dalam larutan asam atau
basa menghasilkan 2 asam karboksilatnya.
b)
Reaksi
dengan Alkohol
Reaksi
anhidrida asam dengan alkohol menghasilkan ester dan asam karboksilat.
c) Reaksi
dengan Ammonia
Anhidrida bereaksi dengan ammonia (sangat cepat)
menghasilkan suatu amida dan satu garam karboksilat.
3. Ester
Nama
sistematik ester diturunkan dengan pertama-tama menyebut nama gugus alkil dari
alkohol, kemudian menyebutkan asam karboksilatnya.
Reaksi esterifikasi fischer merupakan
contoh yang paling dikenal dari reaksi substitusi asil nukleofilik yang
dijalankan dalam suasana asam. Protonasi oksigen karbonil yang bersifat basa
mengaktivasi asam karboksilat terhadap serangan nukleofilik oleh alkohol, dan
kehilangan air sesudah itu akan menghasilkan produk ester. Hasil nettonya
adalah substitusi –OH oleh OR1. Semua step adalah reversibel.
Mekanisme reaksi esterifikasi fischer ini di tunjukkan dibawah ini.
4. Amida
Ester
dengan gugus –NH2 diberi nama dengan mengganti asam –at atau asam –oat
dengan –amida, atau dengan mengganti asam-karboksilat dengan karboksiamida.
Jika atom nitrogen tersubstitusi, senyawa
tersebut diberi nama penyebutan gugus substituen tersebut kemudian menyebutkan
nama isyaratnya.
Sifat-sifat Fisik Amida:
a) Polar
b) Mudah
larut di dalam air karena dengan adanya gugus C=O dan N-H memungkinkan terbentuknya
ikatan hidrogen.
c) Umumnya
berupa padat pada suhu kamar kecuali : formamida berbentuk cair pada TR.
Pembuatan Amida :
Amida umumnya disintesis di laboratorium melalui
beberapa cara :
a) Reaksi
anhidrida dengan ammonia
b) Reaksi
ester dengan ammonia
c) Reaksi
klorida asam dengan ammonia
d) Pemanasan
garam ammonium karboksilat
Hidrolisis amida :
Amida sangat kuat/tahan terhadap hidrolisis. Tetapi
dengan adanya asam atau basa pekat, hidrolisis dapat terjadi menghasilkan asam
karboksilat.
5. Nitril
Senyawa
yang mempunyai gugus fungsional –C=N disebut nitril. Alkana yang tak siklik
sederhana yang diberi nama dengan menambahkan akhiran pada nama alkananya.
Nitril
yang lebih kompleks biasanya dianggap sebagai turunan dari asam karboksilat,
dan diberi nama dengan mengganti asam –at atau asam –oat diakhiri dengan
–onitril, atau dengan mengganti asam –karboksilat diakhiri dengan –karbonitril.
Perlu dicatat bahwa untuk sistem yang terakhir, atom karbon nitril tidak diberi
nomor.
Reaksi SN2 antara ion
ion sianida dengan alkil halida primer
D.
Manfaat
Asam Karboksilat
Etanoat
dan asam sitrat sering ditambahkan pada makanan untuk memberi rasa asam.
Benzoat, propanoat, dan asam sorbat digunakan sebagai pengawet makanan karena
kemampuan mereka untuk membunuh mikroorganisme yang dapat menyebabkan
pembusukan. Asam format dan asam etanoat yang banyak digunakan dalam industri
sebagai titik awal untuk pembuatan cat, perekat, dan coating.
Beberapa
kegunaan penting dari asam karboksilat :
1. Asam
lemak yang lebih tinggi digunakan dalam pembuatan sabun. Sabun adalah
garam-garam natrium kalium dari asam lemak yang lebih tinggi seperti asam
stearat.
2. Asam
organik digunakan dalam makanan, minuman dingin, dll. Sebagai contoh, asam
asetat digunakan sebagai cuka. Garam natrium dari beberapa asam organik yang
digunakan sebagai pengawet.
3. Asam
organik digunakan untuk pembuatan berbagai obat-obatan seperti aspirin,
Fenasetin dll.
4. Asam
asetat digunakan sebagai koagulan dalam pembuatan karet.
5. Asam
asetat juga digunakan dalam pembuatan berbagai barang pewarna, parfum dan
rayon.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah di atas kami menarik sebuah kesimpulan dari
pembahasan ini adalah sebagai berikut :
1.
Asam karboksilat atau
asam alkanoat adalah senyawa karbon turunan alkana yang mengandung gugus fungsi
karboksil –COOH yang terikat kesuatu gugus alkil R. Gugus –COOH bersifat
kompleks karena terdiri dari gugus hidroksil –OH seperti halnya alkohol dan
gugus karbonil –CO- seperti halnya aldehid dan keton.
2.
Asam karboksilat
memiliki sifat fisik yaitu mempunyai titik didih tinggi, sangat polar, mudah
larut dalam air dan makin menurun seiring naiknya jumlah atom. Sifat kimianya Asam
karboksilat bereaksi dengan basa menghasilkan garam dengan air. Reduksi asam
karboksilat dengan litium alumunium hidrida menghasilkan alkohol primer. Asam
karboksilat bereaksi dengan tianol diklorida membentuk klorida asam, hidrogen
klorida dan gas belerang dioksida. Dengan alkohol, asam karboksilat membentuk
ester. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kesetimbangan. Dengan amonia, asam
karboksilat membentuk amida dan air. Pada suhu tinggi, asam karboksilat
terdekarboksilasi membentuk alkana. Asam karboksilat dapat bereaksi dengan
halogen dengan katalis phosfor membentuk asam trihalida karboksilat dan
hidrogen halida.
3.
Asam Asam
karboksilat merupakan asam lemah, tetapi merupakan asam yang lebih kuat
dibanding alkohol atau fenol, karena adanya stabilisasi-resonansi anion
karboksilat. Dan adapun turunan dari asam karboksilat Asil halida, Anhidrida
asam, Ester, Amida, dan Nitril.
4.
Asam karboksilat seperti
etanoat dan asam sitrat sering ditambahkan pada makanan untuk memberi rasa
asam. Benzoat, propanoat, dan asam sorbat digunakan sebagai pengawet makanan
karena kemampuan mereka untuk membunuh mikroorganisme yang dapat menyebabkan
pembusukan. Asam format dan asam etanoat yang banyak digunakan dalam industri
sebagai titik awal untuk pembuatan cat, perekat, dan coating.
B. Saran
Di harapkan untuk lebih memahami mengenai materi dari asam karboksilat dan
turunannya serta sintesis senyawa-senyawa turunan dari asam karboksilat. Dan
sebagai sumber literatur dan sumber ilmu dalam membangun kedepan.
DAFTAR PUSTAKA
Chang,
Raymon. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta:
Erlangga.
Day, R.A, JR dan Underwood, dkk. 1998. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.
Oxtoby, dkk. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern Edisi Keempat
Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Svehla, G. 1990. Buku Teks
Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Makro. Jakarta: Kalman Media
Pustaka.
Sumardjo, Damin. 2006. Pengantar Kimia. Jakarta: EGC.