PEMANFAATAN TANAMAN PADI ATAU BERAS
BAGI KESEHATAN
PROPOSAL PENELITIAN OLEH :
Nama : Masita
Nim :
1513041015
Kelas :
Pendidikan Kimia A
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016
KATA
PENGANTAR
Syukur Alhamdullillah, segala puji hanya milik Allah SWT sang
penentu segalanya, atas limpahan Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya jualah sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan Proposal dalam bentuk makalah ini mengenai “Pemanfaatan Tanaman Padi atau Beras bagi Kesehatan” hingga dapat
terselesaikan dengan tepat waktu.
Dalam
penulisan makalah ini bahkan tidak jarang penulis menemukan kesulitan-kesulitan
yang mendasar, hal ini disebabkan kurangnya buku referensi. Akan tetapi, berkat
motivasi dan dukungan dari berbagai pihak, kesulitan-kesulitan itu akhirnya
dapat diatasi. Maka dari itu, melalui kesempatan ini penulis menyampaikan rasa
terima kasih sebanyak-banyaknya kepada berbagai pihak yang telah membantu
penulis, seperti:
- Orang tua penulis, yang dengan susah payah memberikan dukungan moral dan materi kepada penulis
- Bapak dan Ibu Pembina
- Teman-teman dan pihak lain yang turut membantu baik secara moral maupun secara material.
- Bapak/ibu pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini.
- Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Walaupun
penulis berusaha secara maksimal, dengan berbagai tantangan dan hambatan yang
penulis hadapi, tetapi sebagai manusia biasa,
penulis sadari bahwa masih banyak kekurangan dalam proses penelitian
ini. Saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan penelitian berikutnya. Semoga penelitian ini membawa suatu manfaat
bagi masyarakat dan dunia penelitian.
Makassar,
24 Desember 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
ABSTRAK ii
KATA PENGANTAR iii
LEMBAR PENGESAHAN iv
DAFTAR ISI v
BAB I PENDAHULUAN 1
A. LatarBelakang 1
B. RumusanMasalah 2
C. TujuanPenelitian 2
D. ManfaatPenelitian 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3
A.
Deskripsi
Teori 3
1.
Beras 4
2.
Padi 5
3.
Amilum 5
B. KerangkaPikir 6
BAB III METODE PENELITIAN 7
A. Alat dan Bahan 7
B. ProsedurKerja 7
1.
TahapPersiapan 7
2.
TahapPengumpulan Data 7
3.
TahapPercobaan 7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HasilPenelitian
B. Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia
adalah salah satu negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber daya
manusia (SDM) yang sangat besar. Di Indonesia terdapat sumber daya alam seperti
tanaman, hewan, dan berbagai jenis sumber daya alam yang lain. Terkhusus untuk
sumber daya alam misalnya tanaman yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan
sehari-hari masyarakat indonesia.
Indonesia
merupakan negara tropis yang banyak ditumbuhi tanaman yang manjadi pemenuhan
kebutuhan pangan manusia. Diantaranya sumber daya alam yaitu tanaman padi. Padi banyak terdapat di Indonesia khususnya
di provinsi sulawesi selatan tepatnya didaerah X banyak dijumpai padi karena
subur untuk ditanami.
Padi
merupakan tumbuhan yang banyak ditemukan di daerah tropik seperti
Indonesia. Maka dari itu, tanaman yang
nama latinnya Oryza sativa l. ini
merupakan salah satu dari komoditas tanaman yang banyak ditanamam oleh
masyarakat indonesia. Dapat dikatakan
bahwa padi yang merupakan tamana penghasil beras yang dijadikan masyarakat
sebagi sumber energi utama di Indonesia. Selain sebagai sumber energi utama
juga di jadikan sebagai salah satu sumber pencarian.
Di
kalangan masyarakat setempat, padi yang telah di pabrik di pisahkan dari
ampasnya dapat diolah menjadi berbagai olahan tapi hanya sedikit yang tahu
manfaat dari beras ini.Maka dari itu,peneliti mencoba untuk menguji kandungan
Pemanfaatan
Tanaman Padi atau Beras yang dapat bermanfaat bagi Kesehatan.
B.
Batasan
Masalah
Penelitian ini hanya mencakup Pemanfaatan Tanaman
Padi atau Beras bagi Kesehatan.
C.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka peneliti dapat
merumuskan masalah sebagai berikut :
1.
Apa kandungan
Tanaman Padi atau Beras yang bermanfaat
bagi Kesehatan?
D.
Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan pada penelitian ini adalah:
1. Mengetahui kandungan pada Tanaman Padi atau
Beras yang bermanfaat bagi Kesehatan
E.
Manfaat
Penelitian
Berdasarkan
tujuan di atas, maka manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Dapat mengetahui
kandungan dari Tanaman Padi atau Beras
yang bermanfaat bagi Kesehatan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Deskripsi
Teori
1.
Beras
1.1
Defenisi beras
Beras adalah bagian bulirpadi (gabah) yang telah dipisah
dari sekam.
Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang
ditutupi) dan 'lemma'
(bagian yang menutupi).Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah
ditumbuk dengan lesung
atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya.
Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam,
yang disebut beras.
2. Padi
2.1
Defenisi padi
Padi
adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada
jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis
dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi
liar.
2.2
Klasifikasi Tanaman
Kerajaan :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Ordo :
Poales
Famili :
Poaceae
Genus : Oryza
2.3
Manfaat padi
a. Sebagai sumber energi
Padi/beras banyak mengandung karbohidrat yang bertindak sebagai bahan bakar bagi tubuh dan membantu dalam fungsi normal otak.
Padi/beras banyak mengandung karbohidrat yang bertindak sebagai bahan bakar bagi tubuh dan membantu dalam fungsi normal otak.
b. Bebas kolesterol
Beras tidak mengandung lemak yang berbahaya, yaitu kolesterol atau sodium. Nasi menjadi salah satu bagian dari diet yang seimbang.
Beras tidak mengandung lemak yang berbahaya, yaitu kolesterol atau sodium. Nasi menjadi salah satu bagian dari diet yang seimbang.
c.
Kaya akan vitamin
Nasi banyak mengandung vitamin dan mineral misalnya niacin, vitamin D, kalsium, serat, zat besi, thiamine, dan riboflavin.
Nasi banyak mengandung vitamin dan mineral misalnya niacin, vitamin D, kalsium, serat, zat besi, thiamine, dan riboflavin.
d.
Mengandung resistant starch
Nasi banyak mengandung resistant starch, yang akan masuk ke dalam usus dalam bentuk yang belum dicerna. Itu akan membantu pertumbuhan bakteri-bakteri yang berguna di dalam usus.
Nasi banyak mengandung resistant starch, yang akan masuk ke dalam usus dalam bentuk yang belum dicerna. Itu akan membantu pertumbuhan bakteri-bakteri yang berguna di dalam usus.
e.
Mengurangi resiko tekanan darah tinggi
Nasi tidak banyak mengandung sodium, dan dianggap sebagai makanan terbaik untuk mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan hypertensi.
Nasi tidak banyak mengandung sodium, dan dianggap sebagai makanan terbaik untuk mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan hypertensi.
f.
Mencegah kanker.
Whole grain rice misalnya brown rice itu banyak mengandung serat insoluble yang mungkin bisa melindungi anda dari berbagai jenis kanker. Banyak peneliti yang percaya bahwa serat insoluble itu penting dalam melindungi tubuh dari cell-cell kanker.
Whole grain rice misalnya brown rice itu banyak mengandung serat insoluble yang mungkin bisa melindungi anda dari berbagai jenis kanker. Banyak peneliti yang percaya bahwa serat insoluble itu penting dalam melindungi tubuh dari cell-cell kanker.
g.
Mengobagi dysentery
Bagian kulit dari dari nasi dianggap sebagai obat yang efektif untuk mengobati dysentery. Sekam padi yang berusia tiga bulan mengandung diuretic properties.
Bagian kulit dari dari nasi dianggap sebagai obat yang efektif untuk mengobati dysentery. Sekam padi yang berusia tiga bulan mengandung diuretic properties.
h.
Merawat kulit
Para ahli medis mengatakan bahwa tepung padi bisa digunakan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. Di wilayah India, air beras digunakan oleh praktisi ayurvedic sebagai obat yang efektif untuk mendinginkan permukaan kulit yang terbakar.
Para ahli medis mengatakan bahwa tepung padi bisa digunakan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. Di wilayah India, air beras digunakan oleh praktisi ayurvedic sebagai obat yang efektif untuk mendinginkan permukaan kulit yang terbakar.
i.
Mencegah Alzheimer’s Disease
Brown rice banyak mengandung neurotransmitter yang bisa mencegah Alzheimer’s disease.
Brown rice banyak mengandung neurotransmitter yang bisa mencegah Alzheimer’s disease.
j.
Menguatkan jantung
Rice bran oil punya kemampuan antioxidant yang bisa menguatkan jantung dengan cara mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.
Rice bran oil punya kemampuan antioxidant yang bisa menguatkan jantung dengan cara mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.
k.
Mencegah konstipasi Serat insoluble
yang terdapat di nasi akan bertindak sebagai sponge lembut yang mendorong
makanan untuk melewati usus dengan mudah dan cepat.
3. Amilum
3.1
Definisi amilum
Amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air,
berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Amilum
sering disebut juga dengan sebutan “pati”. Pati merupakan bahan utama yang
dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan
manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.
3.2
Kandungan amilum
Tabel kandungan amilum per 100 gram
|
Kalsium
|
11,00 mg
|
|
Fosfor
|
56,00 mg
|
|
Serat
|
0,30 g
|
|
Besi
|
0,70 mg
|
|
Vitamin A
|
0,00 RE
|
|
Vitamin B1
|
0,09 mg
|
|
Vitamin B2
|
0,03 mg
|
|
Vitamin C
|
16,00 mg
|
|
Niacin
|
1,40 mg
|
B.
Kerangka
Pikir
![]() |
![]() |

BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Alat dan Bahan
1. Alat
a.
tabung reaksi
b.
Rak tabung reaksi
c.
Gelas beker
d.
Pipet
e.
Pembakar spiritus
f.
Penjepit tabung reaksi
g.
Lumpang porselin
h.
Spatula/pengaduk
2.
Bahan
a. Aquades
b. Kertas buram/kertas tick
c. Larutan benedict (menggunakan fehling A + fehling B)
d. Beras
B.
Prosedur Penelitian
1.
Tahap Persiapan
Tahap persiapan adalah suatu tahapan awal
untuk merencanakan penelitian. Pada tahap tersebut
dilakukan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan selama penelitian
berlangsung. Hal tersebut adalah menyusun jadwal penelitian, menyiapkan alat
dan bahan penelitian, mengumpulkan data awal dan mencari referensi yang dapat
menunjang penelitian.
2.
Tahap Pengumpulan Data
Tahap pengumpulan data adalah tahap
pengumpulan informasi yang dapat mendukung penelitian. Tahap tersebut mengkaji
referensi dari berbagai sumber seperti buku – buku, internet dan dari
konsultasi kepada pendamping.
3.
Tahap Percobaan
Tahap percobaan adalah tahap pelaksanaan dan pengolahan objek
penelitian. Tahap ini merupakan inti dari sebuah penelitian. Pada tahap ini
kegiatan yang dilakukan antara lain :
a.
Siapkan alat dan bahan
eksperimen yang akan di uji
b.
Tumbuk bahan makanan diatas
lumpang porselin sebelum di uji coba. Bahan yang keras seperti beras sebaiknya
direbus terlebih dahulu.
c.
Masukkan bahan makanan
kedalam tabung reaksi untuk menguji kandungan amilum.
d.
Uji Amilum
i.
Masukkan tanaman padi atau
beras yang sudah di tumbuk/dihaluskan ke dalam tabung reaksi (satu jenis = satu
tabung).
ii.
Tetesi 2 tetes lugol
pada tabung reaksi yang akan di uji
amilum.
iii.
Amati perubahan warna yang
terjadi
iv.
Masukkan data pada tabel
pengamatan.
DAFTAR PUSTAKA
http://eltracytaocktora.blogspot.co.id/2012/09/amilum-atau-amilosa.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar