Masa
Kelam Persepakbolaan Indonesia
Rekonstruksi Tatanan PSSI
No. Peserta 574 Pos 1
Persepakbolaan di Indonesia
akhir-akhir ini menjadi topik pembicaraan di masyarakat bahkan sudah sampai
pada kanca dunia. Hal ini ditandai dengan turun tangannya FIFA dalam
permasalahan ini yaitu dengan memeberikan sanksi kepada persepakbolaan
Indonesia, karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan internal. Menurut
Apung Permasalahan ini berawal dengan adanya perseteruan antara Kementrian
Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI)
dan akhirnya PSSI resmi dibekukan oleh Kemenpora. Dasar pembekuan tersebut
mengacu pada tidak diindahkannya SP1, SP2 dan SP3 oleh PSSI yang jatuh tempo
pada tanggal 17 april 201 jam 18.40. Selain itu ada 4 masalah dalam
kepengurusan PSSI yaitu pertama masalah transparansi keungan, kedua masalah
tata kelola klub Liga Super Indonesia,
ketiga masalah pengaturan gol dan keempat PSSI diisi oleh orang-orang politikus.
Liga Super Indonesia yang sempat berlangsung meski hanya babak ketiga karena
tidak sesuai dengan aturan menuai banyak pro dan kotra. Menurut saya
pertandingan itu memang selayaknya dihentikan karena untuk apa melakukan suatu
kegiatan yang sudah melanggar, maka hasilnya juga akan tidak baik. Dengan
adanya pembekuan PSSI oleh Kemenpora menurut saya itu adalah kebijakan yang
tepat karena itu adalah salah satu tidakan nyata dari pemerintah untuk
memperbaiki persepakbolaan di Indonesia. Sistem yang dimiliki oleh PSSI-lah
yang bermasalah yaitu dengan adanya dugaan korupsi oleh ketua umum baru dari
PSSI . Pembekuaan ini akan
berdampak juga pada oknum yang berada dibawah naungan PSSI seperti anggota
kepengurusan, staf, pemain dan wasit. Bahkan dari masyarakat yaitu seperti
pedagang souvenir dan para supporter yang tidak lagi melihat tim kebanggaanya
bermain di kanca. Dari semua pihak yang dirugikan ini akan menjadi pembelajaran
yang sangat berharga untuk memperbaiki sistem dari kepengurusan.
Lain halnya dengan pandangan FGD
lainnya yaitu tidak setuju dengan kebijkan yang diambil oleh kemenpora dengan
alasan yang berbeda-beda seperti peserta dengan nomor:
·
500, ia berpendapat tidak setuju dengan
adanya pembekuan oleh kemenpora karena timnas Indonesia tidak bisa lagi berlaga
di kanca Internasional, persepakbolaan Indonesia juga akan di cap buruk di mata
dunia jika PSSI sebagai lembaga persepakbolaan tertinggi di Indonesia itu
dibekukan.
·
338, hal yang sama dipaparkan dengan
alasan kebijakan ini akan berdampak pada pemain, pelatih, wasit dan bahkan
pedagang souvenir sepak bola akan kehilangan pekerjaan. Dampak terbesar
dirasakan oleh pemain yaitu mental juara
akan menurun.
·
194, ia juga berpendapat tidak setuju
karena akan berdampak pada perekonomian masyarakat yang menggantungkan
kehidupannya pada persepakbolaan Indonesia.
·
486, pendapat yang diberikan yaitu tidak
setuju dengan dibekukannya PSSI karena tindakan yang diambil oleh Kemenpora
terlalu cepat, kenapa masalah ini tidak
dibicarakan terlebih dahulu. Serta akan banyak pihak yang dirugikan seperti
pemain, wasit dan pelatih.
Dalam permasalahan ini disisi lain
ada pihak yang setuju dengan dibekukannya PSSI yaitu peserta dengan nomor:
·
592, ia sangat setuju dengan
dibekukannya PSSI dengan alasan transparansi oleh pihak PSSI yang seakan
menutup diri dari pemerintah dan masyarakat. Pembekuaan ini juga dilakukan
Kemenpora tidak langsung begitu saja, sebelumnya ada beberapa pertimbangan yang
dilakukan oleh Kemenpora sendiri. Sebelum nama Indonesia di bawa ke rana internasional
maka sistem persepakbolaan harus terlebih dahulu diperbaiki.
·
122, ia setuju dengan dibekukannya PSSI
karena adanya kesalahan yang dilakukan oleh PSSI yaitu salah satunya
mengabaikan rekomendasi Badan Olahraga Profesi Indonesia (BOPI) mengenai seleksi
ketat yang telah dilakukan oleh BOPI tentang klub yang bisa ikut dalam ajang
ISL hanya 16 klub diantara 18 klub dengan alasan administrasi yang tidak lengkap oleh kedua
klub bersangkutan. Tapi ISL tetap melanjutkan pertandingan itu.
·
119, pihak ini juga setuju dengan dibekukannya
PSSI yaitu dengan alasan transparansi, akuntabilitas keungan, dugaan korupsi
dari oknum PSSI sendiri. Sebelum dibekukan dari pihak Kemenpora membentuk tim
transisi untuk menggantikan peranan PSSI dengan tugas yaitu menyiapkan tim
nasional, memastikan kompetisi berjalan dan memfasilitasi pembentukan
kepengurusan PSSI yang baru. Ini merupakan solusi apabila PSSI dibekukan.
·
674, ia juga setuju dengan tindakan yang diambil menpora ini
terbilang sangat tepat setelah beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh PSSI
Dari berbagai pendapat yang
dikemukakan oleh peserta ada yang pro dan kontra. Berdasarkan permasalahan ini
beberapa saran untuk Kemenpora dan PSSI pertama, seharusnya PSSI yang merupakan
lembaga dibawa naungan Kemenpora meminta untuk melakukan diskusi dan
membicarakan yang menjadi permasalahan sehingga lembaganya ingin dibekukan,
kedua PSSI seharusnya merespon dengan baik menganai surat teguran yang pernah dilayangkan oleh Kemenpora, PSSI
menjadikan ini sebagai pelajaran berharga dengan adanya permasalahan ini,
keempat pihak Kemenpora dan PSSI seharusnya sejalan dan saling merangkul untuk
menjadikan persepakbolaan Indonesia lebih berkualitas.
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu
yang menjadi permasalahan utama adalah sistem dari kepengurusan yang perlu
ditata kembali, menjadikan permasalahan ini sebagai pelajaran bagi pihak PSSI
baik pengurus, staf, pemain, pelatih dan wasit, lebih memacu semangat bagi tim
garuda dan klub sepakbola yang ada di Indonesia untuk mengukir sejarah prestasi
yang gemilang baik di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional.
Sumber
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar