Senin, 21 Maret 2016

Contoh Resume FGD



Masa Kelam Persepakbolaan Indonesia
Rekonstruksi Tatanan PSSI
No. Peserta 574 Pos 1
Persepakbolaan di Indonesia akhir-akhir ini menjadi topik pembicaraan di masyarakat bahkan sudah sampai pada kanca dunia. Hal ini ditandai dengan turun tangannya FIFA dalam permasalahan ini yaitu dengan memeberikan sanksi kepada persepakbolaan Indonesia, karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan internal. Menurut Apung Permasalahan ini berawal dengan adanya perseteruan antara Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI) dan akhirnya PSSI resmi dibekukan oleh Kemenpora. Dasar pembekuan tersebut mengacu pada tidak diindahkannya SP1, SP2 dan SP3 oleh PSSI yang jatuh tempo pada tanggal 17 april 201 jam 18.40. Selain itu ada 4 masalah dalam kepengurusan PSSI yaitu pertama masalah transparansi keungan, kedua masalah tata kelola klub  Liga Super Indonesia, ketiga masalah pengaturan gol dan keempat PSSI diisi oleh orang-orang politikus. Liga Super Indonesia yang sempat berlangsung meski hanya babak ketiga karena tidak sesuai dengan aturan menuai banyak pro dan kotra. Menurut saya pertandingan itu memang selayaknya dihentikan karena untuk apa melakukan suatu kegiatan yang sudah melanggar, maka hasilnya juga akan tidak baik. Dengan adanya pembekuan PSSI oleh Kemenpora menurut saya itu adalah kebijakan yang tepat karena itu adalah salah satu tidakan nyata dari pemerintah untuk memperbaiki persepakbolaan di Indonesia. Sistem yang dimiliki oleh PSSI-lah yang bermasalah yaitu dengan adanya dugaan korupsi oleh ketua umum baru dari PSSI           . Pembekuaan ini akan berdampak juga pada oknum yang berada dibawah naungan PSSI seperti anggota kepengurusan, staf, pemain dan wasit. Bahkan dari masyarakat yaitu seperti pedagang souvenir dan para supporter yang tidak lagi melihat tim kebanggaanya bermain di kanca. Dari semua pihak yang dirugikan ini akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk memperbaiki sistem dari kepengurusan.
Lain halnya dengan pandangan FGD lainnya yaitu tidak setuju dengan kebijkan yang diambil oleh kemenpora dengan alasan yang berbeda-beda seperti peserta dengan nomor:
·         500, ia berpendapat tidak setuju dengan adanya pembekuan oleh kemenpora karena timnas Indonesia tidak bisa lagi berlaga di kanca Internasional, persepakbolaan Indonesia juga akan di cap buruk di mata dunia jika PSSI sebagai lembaga persepakbolaan tertinggi di Indonesia itu dibekukan.
·         338, hal yang sama dipaparkan dengan alasan kebijakan ini akan berdampak pada pemain, pelatih, wasit dan bahkan pedagang souvenir sepak bola akan kehilangan pekerjaan. Dampak terbesar dirasakan oleh pemain yaitu mental  juara akan menurun.
·         194, ia juga berpendapat tidak setuju karena akan berdampak pada perekonomian masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada persepakbolaan Indonesia.
·         486, pendapat yang diberikan yaitu tidak setuju dengan dibekukannya PSSI karena tindakan yang diambil oleh Kemenpora terlalu cepat, kenapa masalah  ini tidak dibicarakan terlebih dahulu. Serta akan banyak pihak yang dirugikan seperti pemain, wasit dan pelatih.
Dalam permasalahan ini disisi lain ada pihak yang setuju dengan dibekukannya PSSI yaitu peserta dengan nomor:
·         592, ia sangat setuju dengan dibekukannya PSSI dengan alasan transparansi oleh pihak PSSI yang seakan menutup diri dari pemerintah dan masyarakat. Pembekuaan ini juga dilakukan Kemenpora tidak langsung begitu saja, sebelumnya ada beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh Kemenpora sendiri. Sebelum nama Indonesia di bawa ke rana internasional maka sistem persepakbolaan harus terlebih dahulu diperbaiki.
·         122, ia setuju dengan dibekukannya PSSI karena adanya kesalahan yang dilakukan oleh PSSI yaitu salah satunya mengabaikan rekomendasi Badan Olahraga Profesi Indonesia (BOPI) mengenai seleksi ketat yang telah dilakukan oleh BOPI tentang klub yang bisa ikut dalam ajang ISL hanya 16 klub diantara 18 klub dengan alasan  administrasi yang tidak lengkap oleh kedua klub bersangkutan. Tapi ISL tetap melanjutkan pertandingan itu.
·         119, pihak ini juga setuju dengan dibekukannya PSSI yaitu dengan alasan transparansi, akuntabilitas keungan, dugaan korupsi dari oknum PSSI sendiri. Sebelum dibekukan dari pihak Kemenpora membentuk tim transisi untuk menggantikan peranan PSSI dengan tugas yaitu menyiapkan tim nasional, memastikan kompetisi berjalan dan memfasilitasi pembentukan kepengurusan PSSI yang baru. Ini merupakan solusi apabila PSSI dibekukan.
·         674, ia juga setuju  dengan tindakan yang diambil menpora ini terbilang sangat tepat setelah beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh PSSI
Dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh peserta ada yang pro dan kontra. Berdasarkan permasalahan ini beberapa saran untuk Kemenpora dan PSSI pertama, seharusnya PSSI yang merupakan lembaga dibawa naungan Kemenpora meminta untuk melakukan diskusi dan membicarakan yang menjadi permasalahan sehingga lembaganya ingin dibekukan, kedua PSSI seharusnya merespon dengan baik menganai surat teguran  yang pernah dilayangkan oleh Kemenpora, PSSI menjadikan ini sebagai pelajaran berharga dengan adanya permasalahan ini, keempat pihak Kemenpora dan PSSI seharusnya sejalan dan saling merangkul untuk menjadikan persepakbolaan Indonesia lebih berkualitas.
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu yang menjadi permasalahan utama adalah sistem dari kepengurusan yang perlu ditata kembali, menjadikan permasalahan ini sebagai pelajaran bagi pihak PSSI baik pengurus, staf, pemain, pelatih dan wasit, lebih memacu semangat bagi tim garuda dan klub sepakbola yang ada di Indonesia untuk mengukir sejarah prestasi yang gemilang baik di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional.
Sumber Referensi

Hussein Abri Yusuf.21 April 2015. Empat Alasan PSSI Wajib Dibekukan (Online), (http://m.tempo.co/read/news/2015/04/21/099659390/empat-alasan-pssi-wajib-dibekukan, diakses 20 maret 2016)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar